menjadi orang yang di butuhkan oleh banyak orang.. :)

Merayakan cinta bersamamu adalah pendambaan
Menunggu Tuhan berikan jawaban adalah pengharapan
Mencintai mu dalam diam dan heningku adalah pilihan

Aku... Bermimpi tak kunjung usai
Karena tak kunjung temu

Rindu semakin menggebu
Terus bertanya
Kiranya siapa dia?

Hai kamu!
Jika kamu tahu seberapa tak sabarnya aku menunggu
Jika kamu tahu seberapa merindunya aku tuk berjumpa waktu

Jika kau tahu, waktu ku kenikmati hari hari ku penuh dengan penjagaan
Ku kadang tak menjamin, aku tetap menjaga hati ku dengan sebaik baiknya
Karena ku takut, di perjalanan ku salah melihat
Di perjalanan ku salah memberi
Bahkan hingga salah dalam pengharapan

Kau tahu?
Ku merindu mu di tahun ini
Setelahnya, ternyata kedatangan yg di rindukan bukan hanya soal mempersiapkan rasa dan cita
Namun, lebih dari itu berbicara perihal kerelaan dan penerimaan

Kau tahu?
Aku harus menahannya lebih lama, sedikit entah atau mungkin cukup banyak

Kau tahu?
Usaha ku yang tak sempurna ini kadang berbelok di persimpangan
Ku takut.. Semakin lama semakin goyah
Ku takut.. Semakin ku menahannya, semakin banyak ku berada di persimpangan

Mungkin jika kau bertemu aku,
Kau juga mengatakan hal yg sama..

Dan ku ingin kita saling bercerita..
Semoga kita, segera Allah pertemukan
Dan soal kerelaan dan penerimaan
Semoga berbesar hati menerima dan merelakan

Aku, sedang merindumu

Dayungan ini semakin berat
Arus yang menerjang kian menghantam bebatuan di lautan

Ombak kian meninggi
Hingga menghempaskan air menuju tepian

Angin kini mulai menghembus kencang
Hingga tak dapat menahan kibaran bendera penanda itu

Dalam episode menerjang ombak,
Ku berpesan pada Lautan,
Berdamailah!
Agar pendayung dapat tertidur pulas hari ini.
.
Jika tlah lelah mendayung
Kerahkan prajuritmu untuk berperang
Menggantikan senyawa yang sedang tertidur oleh ombak

Jika pertarungan tlah usai
Bersihkan sisa tempurmu untuk mendaki ke daratan

Tepian itu tak slamanya menjadi pelindung
Kapan saja ia dapat diterka muluk ombak yang dahsyat

Ketika di penghujung waktu terengah
Berikan dahulu pertolongan terbaikmu
Hingga prajurit itu siap sigap kembali.

Dalam episode menepi,
Bila jarak tak menjadi penghalang,
Lautan dan daratan pun punya batas,
Menepilah!
Agar kita bertemu di satu muara.
.
Cermin tak mendua
Ia cukup tersanding dengan satu benda, maka ia akan mencerminkannya

Hidup tak meski risau
Cukup 'lakukan' maka akan 'didapatkan'

Jikalau dipertengahan jalan mendapat gebrakan
Terima saja!
Namanya hidup.

Sungguh khawatir jika tak ada penggebrak
Karenanya tiadalah yang memperdulikan.

Hidup sebatas panggung sandiwara,
Pemain tak punya kuasa
jika yang punya skenario tak bersuara.

Dalam episode berdrama,
Saat lelah melawan ombak dan akhirnya menepi
Sadarlah!
Kita sedang memulai hidup.
.
Depok, 25 Agustus 2018