Alhamdulillah, Tahun 2013 sudah kutemukan hari kemrin. Segenap
harapan aku sampaikan pada sang Illahi melalui do’a-do’aku, ditengah keheningan
malam aku memanjatkan do’a-do’aku untuk tahun 2013 ini yang tentunya dengan
semangat perubahan dan semangat untuk berubah. Yakin, setiap orang pasti memiliki
harapan dan cita-cita tapi kuncinya bagaimana orang itu menyikapi dalam
menggapai harapan dan cita-cita itu. Apakah hanya sekedar ucapan apa dilandasi
dengan niat di hati? Entahlah, hanya diri sendiri yang mampu tahu. Kini
semangatku telah berkobar untuk menyemarakan sebuah arti “PERUBAHAN” karena
targetku disetiap tahun HARUS ada perubahan. Tahun aja masih setia untuk
menambah umurnya masa kita sebagai manusia yang setiap tahun umurnya menambah
tidak mau menambah semangat baru? Iya toh? Insya Allah, selama kita hidup di
dunia ini Allah selalu memberikan jalan dan kemudahan bagi hambaNya yang ingin mengubah
hidupnya menjadi lebih baik. Artinya, berubah dari yang negatif ke positif.
Orang yang masih banyak melakukan kesalahan harus berubah untuk menjadi orang
yang lebih banyak melakukan kebaikan, dan orang yang sudah banyak melakukan kebaikan
akan terus menambah kebaikannya.
Beruhubungan dengan harapan dan cita-citaku “Ingin Menjadi Pribadi
Yang Baik Untuk Mencapai Ridho Illahi” semua orang muslim juga tentunya ingin
seperti itu. Benarkan?
Seorang Ustazd sekaligus seorang guru semasa SMP saya bertanya
ketika aku berkunjung ke Ruang Guru SMPN 1 PASAWAHAN yang kini aku telah LULUS
setahun silam, “fit, sekarang masih pacaran?”
“Iya pa, kenapa gitu?” Saya menjawab.
“Apa sih enaknya pacaran itu?” Guru bertaya kembali.
“Ya sebenarnya memang begitu-gitu saja sih pa. Cuma SMSan ketemu
juga jarang tidak setiap hari.” Penjelasan saya.
“Siapapun bisa dijadikan teman SMSan Fit, gak harus jadian.” Pa
Guru menjawab dengan cepat.
“Ya pa, tapi tetep aja ada
yang bedanya pa.” Saya gatau harus jawab apa, bingung.
“Bapak berharap Alumni SMP sini ada yang memakai jilbab besar, tapi
sampai sekarang Bapak lihat dan perhatikan belum ada, dan Bapak berharap itu
Fifit orangnya.” Pa Guru menyampaikan nasehat dengan penuh berharap padaku.
“Iya pa, tapi untuk mengenakan jilbab besar itu sangat banyak
godaannya, selebihnya harus siap dulu terutama siap mental.” Aku menjawab.
“Fit, sekarang masih mengenakan jilbab modern ya Bapak lihat?” Pa
Guru bertanya kembali.
“Iya pa.” Jawabku dengan sangat singkat.
“Fit, coba kalau sama laki-laki itu jangan bersentuhan bukan
muhrimnya! Dan coba setiap bepergian itu berwudhu dulu.” Nasehat terucap
kembali dari mulut Pa Guru SMP ku.
(Aku
membalasnya hanya dengan tersenyum, memikirkan bagaimana caranya aku bisa
menjadi Pribadi Yang Baik?)
Tentu hal itu
mudah, jika kita memang benar-benar berniat tanpa mendustainya lagi.
Ya Allah, aku
memohon Ridho dan HidayahMu agar aku bisa memperbaiki diri dengan sepenuh hati
dan tentunya dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Teringat tahun
baru 2010 kemarin aku memulai dengan berjilbab sederhana untuk menutupi
auratku. Awalnya aku ragu dan takut orang-orang disekelilingku membicarakan
aku. Tapi aku bersih keras untuk melakukan itu dengan motivasi Ayahku.
Tetap positif
thinking, akhirnya aku BISA!
Segenap
harapanku di tahun ini, aku berusaha untuk tetap mengenakan jilbabku.
Dan disuatu
malam aku berdo’a,,
“Ya Allah...
tingkatkan terus keimanan dan Ketaqwaanku sehingga aku bisa tetap berada di
jalan lurusMu, Ya Allah Kaulah sang Rabbku yang dapat mengabulkan segala
keinginanku. Matikanlah hamba dalam keadaan Khusnul Khotimah Ya Allah. Aku
hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa maka ampunilah aku! Ya Allah mudahkanlah hamba dalam menuntut
ilmu, di tahun kemarin aku belum bisa mendapatkan juara Olimpiade, maka di
tahun ini aku mohon ya Allah berikanlah kesempatan emas itu. Amiin”
Harapanku di
tahun ini telah ku sampaikan semua kepada Aang Maha Pencipta.
Aku selalu
butuh peringkat ke-1 di kelas karena itulah yang membuat aku percaya diri,
ingin menjadi juara OSK lanjut ke OSP, ingin menjadi seseorang motivator
seorang penggerak di organisasi yang sekarang aku jalani, yaitu OSIS. Di
PASKIBRA aku ingin sebbagai senior bisa meloloskan para juniorku untuk menjadi
juara di LKBB kabupaten Kuningan.Aku juga ingin menjadi Muslimah yang taat pada
ajaran Islam.
Layaknya
manusia yang kodratnya itu tidak pernah puas selalu menginginkan apa yang dia
belum miliki. Tapi, Allah akan selalu memberi apa yang dia butuhkan bukan apa
yang dia inginkan. Lebih kepemahaman yaitu untuk mendahulukan apa yang kita
butuhkan terlebih dahulu daripada apa yang kita inginkan. Namun, setiap orang
juga tak akan lepas dari kata-kata “Aku Ingin...” bukan “Aku Butuh...” Nah, 2
kata itu tidak jauh beda seseorang yang menginginkan belum tentu membutuhkan
dan orang yang membutuhkan sudah pasti menginginkan. Mimpikan, Niatkan, dan
Lakukan! Itulah yang haus kita pegang untuk perubahan. Kini aku sadar untuk apa
aku diciptakan di dunia ini kalau aku tidak mengabdi kepada Allah yng telah
menciptakan aku? Untuk apa aku ada di dunia ini kalau aku tidak menghormati
kedua orang tuaku yang telah melahirkan dan merawat aku? Ya, itulah aku
dicipitakan karena Allah sayang sama aku, dan menginginkan aku berubah untuk lebih
baik, baik seperti awalnya Allah menciptakan dan menurunkan aku ke dunia
ini.
Dan ketika itu
aku ingat kembali, ketika aku menjadi KETUA OSIS di SMPN 1 PASAWAHAN pulang
sekolah kadang-kadang terakhiran. Melatih terlebih dahulu petugas upacara,
kadang-kadang persiapan untuk melaksanakan kegiatan. Ibuku setiap aku pulang
sore pasti memarahi aku, tapi aku tak berani melawan hanya kata-kata “sudah
ngelatih petugas, bu” “sudah menyiapkan untuk kegiatan yang akan datang, bu”
tapi, ibuku kadang tak pernah mengerti walaupun sudah pernah Pembina OSIS
memberi pemahaman tentang kegiatan aku di sekolah. Sekarang pula aku masuk
SMAN1 MANDIRANCAN kelas X aku sudah mengikuti Ekstrakurikuler PASKIBRA, Study
Club B.Inggris, KIR, tentunya tidak ketinggalan mengikuti OSIS. Ketika kelas XI
aku terpilih menjadi Kandidat Calon Ketua OSIS SMAN 1 MANDIRANCAN aku ikuti dan
ketika aku meminta izin kepada orang tua lagi-lagi aku tak diizinkan.
“Pak, Bu fit
terpilih menjadi kandidat calon ketua OSIS diizinkan tidak?” aku bicara
perlahan.
“Terserah aja
kalau tetehnya mampu mah, kalau tetehnya bisa membagi-bagi waktu dengan di
rumah, belajar sama kegiatan, bapa setuju aja” jawab bapak dengan nada
mengizinan
“Udah ngapain
ikut OSIS capek, nanti nilai akademiknya takut turun, pulang sore-sore terus,
Ibu kasian sama kamunya pulang ke rumah capek!” tempas Ibuku dengan nada
tinggi.
(Aku hanya
terdiam mendengar komentar dari ibuku, langsung masuk ke kamar)
Keesokan
harinya aku terpilih menjadi 10 besar dan terus mengikuti tes demi tes akhirnya
masuk lagi menjadi 5 besar. Aku ikuti lagi segala tes yang ada, akhirnya aku
masuk ke 3 besar. Tapi, ketika di wawancara oleh salah satu guru PLH pak Jeje
Kurniawan saya menjawab dengan sejujur-jujurnya.
“Fit, sudah meminta
izin belum kepada orang tua bahwa kamu mengikuti tes ini?” tanya Pak Jeje.
“Sudah pak,
tapi ibu tidak mengizinkan” aku menjawab sambil menunduk.
“kenapa?
Bukannya kamu sudah mempunya pengalaman ketika SMP menjadi ketua OSIS?” jawab
Pak Jeje dengan penasaran.
“Iyah, tapi Ibu
takut fit capek, karena kasian.” Jawab aku.
“kalau begitu
kamu harus tetap dapatkan restu orang tua karena itu hal yang pling penting
untuk kesuksesan kamu, melakukan sesuatu tanpa restu orang tua itu sangat tidak
mungkin berhasil, camkan itu!” nasihat Pak Jeje dengan nada tegas.
“Iya, pa.
Mungkin nanti Pa Wawan (Pembina OSIS) akan menghadap Orang tuan Fit.” Aku
meyakinkan.
Setelah itu,
aku pun berfikir terus berfikir apa artinya aku mengikuti tes ini kalau orant
tuaku tak mengizinkan aku?
Aku berbicara
kepada Pa Wawan bahwa aku belum mendapatkan izin. Maka saat itu pula Beliau
mengajak aku untuk menghadap orang tuaku untuk meminta izin, karena esok hari
akan melaksanakan kampanye Calon Ketua OSIS. Aku menjadi kandidat Calon Ketua
OSIS satu-satunya perempuan. Akhirnya, setelah baik-baik Beliau meminta izin
pada Ibuku dizinkan pula aku melanjutkan seleksi dan mengikuti kampanye. Lega!
Perasaan yang sedang kurasakan kini. Ketika itu Bapakku selalu menanyakan,
bagimana teh hasilnya? Dapat jadi ketua OSISnya? Nah itu yang membuat aku
semangat. Tapi di lain sisi, keterbatasanku yang tak mempunya kendaraan pribadi
ketika aku harus mengikuti kegiatan sampe sore itu sangatlah susah karena
kendaraan umum susah ditemukan ketika sore hari. Apalagi jika hujan, aku
seorang perempuan yang selalu dikhawatirkan orang tua. Semangatku turun lagi!
Hemm... Ya
Allah bagaimana sebaiknya aku? Jika aku adalah
yang terbaik pasti aku akan menjadi Ketua OSIS tapi apabila ada yang
lebih baik aku akan menjadi Wakil enth Wakil Ketua 1 ataukah Wakil Ketua 2. Ya,
tanggal 15 September 2012 kemarin diadakan pemilihan Ketua OSIS SMAN 1
Mandirancan. Alhmdulillah hasil menyatakan bahwa aku menjadi Wakil Ketua 2.
Ke-2 rekan saya laki-laki menjadi Ketua Umum (teman sekelas di kelas XI IPA 2)
dan yang satu lagi menjadi Wakil Ketua 1 (XI IPA 3). Berarti Allah benar-benar
memberi yang terbaik untukku. Disitu aku sangat senang, aku pun akan mengabdi
pada sekolahku tercinta ini menjadikan sekolah yang maju dari bidang
akademik dan non-akademik melalui kegiatan OSIS mungkin aspirasi dan bakat
siswa bisa diketahui. Setiap hari libur pun kadagang aku harus ke sekolah untuk
membahas program-program yang akan datang. Lagi-lagi ibuku memarahi aku disaat
waktunya istirahat aku malah terus pergi sekolah.
Pada
suatu sore, aku pergi ke sebuah warung Mie Ayam (Mang Jono ku panggil) itu
adalah tempat Mie Ayam langganan anak-anak SMAN1 Mandirancan yang sering di
sapa BUNUT. Mang Jono bertanya, “ko baru pulang neng? Bukannya sudah bubar dari
tadi?” Mang Jono bertanya dengan mimik muka heran. “ada kegiatan mang, ekskul,
kegiatan osis, rapat dll” aku pun menjelaskannya. “rajinnya si neng” Mang Jono
memuji. “Iya mang, da kita mah punya kemauman ingin bisa dan ingin ada
perubahan.” Aku sambil tersenyum mengatakan itu pda Mang Jono. “iya bener neng”
Mang Jono bangga! Nah, kenapa aku selalu ikut organisasi dengan berbagai macam
organisasi? Karena, aku tidak cukup hany dengan pengetahuan akademik yang tidak
dibarengi dengan pengetahuan lainnya. Dalam organisasi kita dilatih untuk
dewasa, dan dilatih untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan juga agar lebih
percaya diri dalam tampil didepan publik. Karena satu aku ingin PERUBAHAN.
Dalam diri aku mempunyai kemauan dan tekad, inilah yang membuat aku kuat!

bagus sekali blog anda
BalasHapusjangan lupa kunjungi ke blog saya juga
http://coretansmkbulugading.blogspot.com/
terima kasih atas kunjungannya
BalasHapusmohon maaf baru saya balass. insya Alloh saya akan mengunjungi blog anda...
Assalamualaikum
BalasHapussuper sekali
kunjungi juga khadikkilfahmi.blogspot.com
BalasHapusWa'alaikumussalam.... syukron akh. Okeh insya Alloh
BalasHapusmasyaAllah ka Pipit blognya :")
BalasHapusWah ada nadelll.... Kenpa blog nya?
BalasHapus