Namaku Fitria Suartini, saat ini aku duduk di bangku kelas XII IPA 2 SMAN 1 MANDIRANCAN, Kuningan, Jawa Barat. Aku kelahiran Kuningan, 3 Maret 1996, tinggal bersama Bapak, Ibu, dan Rama adikku di Dusun Kliwon RT/RW : 21/05 Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan - Jawa Barat.
Ketika SD aku bersekolah di SDN 2 Pasawahan. Ketika SD aku mengikuti Ekskul Pramuka, suka ikut berkemah mewakili sekolah, dll. Disini pula aku bersaing ketat bersama 41 siswa lainnya, dan Alhamdulillah selalu masuk 5 besar, dan 3 besar. Aku juga pernah mengikuti Lomba Bidang Study, yaitu mengikuti Lomba Mengarang yang Alhamdulillah pula mendapatkan Juara 1 se-Kecamatan Pasawahan. Banyak pengalaman yang didapatkan ketika sekolah di SDN 2 Pasawahan.
Setelah itu lulus SD aku merasakan bingung, bapakku menyarankan sekolah ke Pesantren yang ada di daerah Cirebon. Aku sampai-sampai konsultasi sama guru Agama ku di SD.
“Bu, kumaha ieu bu? Kan FiFit hoyong sakola di Pasantren. Tapi, tos meser acuk seragam SMP na bu? Kebingungan aku yang aku utarakan.
“Atuh gampil Fit, acuk anu tos dipeserna diical deui kanu sanes. Itu putra ibu geh nuju pasantren di Cilimus Fit. Biayana sakitu mah mirah, soklah cobiah Fit teraskeun ka pasantren.” Itulah saran yang diberikan oleh guru Agama aku.
Setelah itu aku bicara baik-baik pada orang tua ku. “Mah, FiFit sakolana diteraskeun ka Pasantren wae nya?????” Aku coba merayu mamah. “Tos lah sakolana di nu cakeut wae, di SMP tong tebih-tebih ka pasantren.” Itu tolakan mamah yang membuatku menundukkan kepala. “Muhun ka pasantren wae sakolana nyah di Ciwaringin-Cirebon.” Dukungan bapak untukku. “Tos deuh, mamahna teu tegah ka FiFitna. Tong tebih-tebih sakolana pokokna mah di SMPN 1 Pasawahan wae.” Keputusan mamah tak dapat dirubah lagi rupanya.
Okehlah untuk itu aku coba untuk melanjutkan sekolah di SMPN 1 Pasawahan, disana aku sangat senang sekali karena belajar banyak hal. Waktu aku kelas 7A itu memilih mengikuti kegiatan OSIS, dan Marching Band. OSIS membuat aku dewasa, masuk dalam SEKBID 3. Kemudian ditahun berikutnya, tepatnya ketika duduk di bangku kelas 8A aku menjabat sebagai Ketua OSIS Periode 2009/2010 SMPN 1 Pasawahan. Disini pula aku mulai banyak merangkul banyak pengalaman. Ketika menjadi ketua osis juga aku pernah mengikuti kegiatan SIBENAR (Siswa Bebas Narkoba) se-Kabupaten Kuningan yang di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat (Pak Dede Yusuf) bersama 3 orang rekan lainnya yaitu Nur Ilman, Yuyun Yunani dan Dede Saepul.
Bersama Nur Ilman, dan Faisal Bachtiar Priatna rekan kerjaku (Wakil Ketua OSIS 1 dan 2) bekerjasama untuk menciptakan OSIS yang aktif da dapat membawa nama SMP tercinta menjadi lebih baik lagi. SMPN 1 Pasawahan yang telah menyandang gelar Sekolah Berbudaya Lingkungan membuat sekolah kita ini sering dikunjungi oleh sekolah-sekolah lain dari luar daerah nan jauh disana. Dari Sulawesi, DPR Pusat, dan kota-kota besar lainnya tak kunjung sepi mendatangi sekolah kita. Diikuti oleh gelar Sekolah Adiwiyata yang diraih oleh SMP aku ini turut membanggakan semua civitas akademika SMPN 1 Pasawahan tercinta. Ditambah waktu itu SMPN 1 Pasawahan ini pernah masuk dalam Program Televisi Global TV yaitu Sekolahku. Dalam tayangan ini semua kegiatan yang ada di sekolahku ditayangkan, termasuk disitu ada akunya juga lohhh…. Hehe…
Benyak pengalaman dan pelajaran yang didapatkan oleh kami semua, khususnya aku sendiri. Alhamdulillah pula, mungkin bisa dikatakan inilah masa jaya aku pada saat SMP, aku pernah tayang di TV, dapat mengikuti kegiatan OSIS, mengikuti Olimpiade, mengikuti ekskul Merching Band dan Paskibra, mendapatkan juara di kelas, juara paralel dan juara umum. Banyak hal yang aku baru dapatkan semasa SMP, teman-teman yang baik, guru-guru yang friendly, lingkungan yang bersih dan nyaman. Kemudian selepas aku lulus SMP rasa galau, bimbang, bingung dalam memilih SMA terbaik untukku.
Ketika itu Wakasek Kesiswaan menyarankan kepadaku untuk masuk SMAN 1 Sumber, karena untuk menambah wawasan yag lebih luas, pengetahuan yang lebih banyak. Aku telah memperjuangkannya untuk sekolah disana.
“Pak, Mah FiFit palay sakola di SMAN 1 Sumber, supados kenging pengalaman nu leuwih sae.” Rayuan aku kepada bapak dan mamah.
“Fit, ari bapak mah sok wae kumaha FiFit. Insya Alloh rezeki mah gampil nuhun ka Alloh tinggal dipilarian wae. Nya sugan si bapak na cageur sareng sehat ambi tiasa ngabiayaan FiFit sakola di Sumber.” Bapak menunjukan dukungannya untukku.
“Yeuh Fit, mun bade nyandak keputusan teh dipikirkeun heula sisi positif sareng negatifna. Nya muhun, FiFit kenging pengalaman anu leuwih ti nu sanes. Mung, cobi ku FiFit dipikirkeun mun hujan uihna kumaha? Mun teu aya angkot kumaha? Pan teu gaduh kandaraan FiFitna. Nya muhun da cuaca teh teu panas wae teu hujan wae. Mung kedah nyandak papaitna, kaayaan urang moal salamina aya diluhur moal salamina aya dihandap. Pasti muterlah, emutkeun kadinya!” Nasehat mamah yang amat panjang dan berharga.
“Nya entos atuh mah teu nanaon di SMAN 1 Cilimus wae kumaha? Saran aku yang kedua.
“Nya mangga wae kumaha FiFit sakola mah, asal si bapak na aya rezeki kanggo ngabiayaan.” Jawaban bapak.
“Sok yeuh ku mamah dipasihan pilihan. Mamah mah masihan pilihan kanggo FiFit sakola sok. Sok hoyong di SMAN 1 Pasawahan atawa di SMAN 1 Mandirancan????”itulah pilihan mamah.
Aku mulai berpikir ulang, mulai mematangkan pilihan dan keputusan. Mencoba shalat malam, dan mohon petunjuk dari Allah untuk dikasih sekolah yang memang terbaik untukku kelak.
Waktu itu adalah bulan April, kira-kira tanggal 13 aku iseng-iseng menanyakan formulir pendaftaran masuk SMAN 1 Mandirancan. Yaaa… memang walaupun pendaftaran belum dimulai au ingin mencari informasi tentang sekolah itu.
“Assalamu’alaikum pak, Fit mau tanya punya brosur SMAN 1 Mandirancan beserta formulirnya enggak?” tanya aku kepada Wakasek Kesiswaan, Drs.H. Misnen.
“Oh iyaaa... beberapa bulan yang lalu pernah ada yang dari SMAN 1 Mandirancan kesini memberikan formulir dan sebagainya, coba cari kertasnya di meja bapak di tumpukan buku!” Jawab Pak Misnen.
“Oh iya nih pak ada ternyata. ( lalu aku baca sampai selesai ) Adddduuuhhh… pak ini ada 2 jalur masuk SMAN 1 Mandirancan, yang 1 jalur prestasi dan 1 nya lagi jalur regular. Tapi pak… yang jalur prestasi sudah terlambat pak! Pendaftarannya sudah dimulai dari bulan Februari lalu. Sekarang tanggal 13 April pak, gimana atuh?” kekhawatiranku tak ingin melewatkan jalur prestasi tersebut.
“Aduh, masa iya udah telat? Atuh suratnya tuh disimpen aja gak pernah dilihat-lihat baru sekarang kebukanya. Sok atuh coba dilihat persyaratan jalur prestasi apa saja?” Pak Misnen dan guru-guru lain mulai sibuk dengan siswa-siswi yang akan masuk SMAN 1 Mandirancan.
“Ini pak, persyaratan administrasinya banyak. Utamanya harus pernah menjadi juara umum. Test tulisnya mulai tanggal 15 April 2011 pak.” Sambil melihat berkas persyaratan.
“Berarti testnya mah belum terlambat ya?” jawab Pak Yanto guru Olahraga.
Kemudian Pak Yanto sibuk mencari No. Hp guru di SMAN 1 Mandirancan, dan menelponlah kepada Pak Suleha. Ternyata setelah ditelepon masih bisa daftar dengan jalur prestasi. Alhamdulillah…
Kemudian 3 siswa yang pernah mendapatkan juara umum dikumpulkan, yaitu Aku sendiri, Nur Ilman, dan Evi Fitriani. Serta bagian Tata Usaha sibuk mengumpulkan administrasi yang dibutuhkan untuk registrasi. Setelah semua berkas yang dibutuhkan sudah terkumpul maka langsung Pak Maman pergi ke SMAN 1 Mandirancan untuk mendaftarkan Aku dan 2 orang lainnya dengan jalur prestasi.
Setelah test pada tanggal 15 April, kemudian ada surat pengumuman dari SMAN 1 Mandirancan tentang siapa saja yang diterima dari jalur prestasi tersebut. Ternyata ada 2 orang yaitu Aku dan Nur Ilman. Wow… senengnya luar biasa!!
Tapi sayangnya, Ilman gak ambil kesempatan itu. Dia memilih sekolah ke SMAN 1 Sumber dengan 2 sahabat lainnya.
Komitmen dari jalur prestasi itu harus mendapatkan rangking 1 di kelas. Kalau tidak beasiswa di cabut! Dana Sumbangan Tahunan GRATIS! dan SPP GRATIS selama 6 bulan jika mendapat rangking 1 di kelas. Aku harus menjaga benar-benar kesempatan ini tak boleh menyia-nyiakannya. Mungkin aku salah satu orang yang beruntung setelah mereka (teman-teman dari sekolah lain).
Kemudian, di sekolah itu aku mengikuti berbagai kegiatan, ya untuk menambah-nambah ilmu dan pengalaman. Di kegiatan OSIS aku belajar tentang organisasi yang sangat bermanfaat sekali. Disini pula aku temukan sahabat baru, merekalah Nok Farida dan Ami Masturoh. Dulu memang, kami tak saling mengenal dan tak akrab sama sekali. Namun... Lambat laun kami mulai mempelajari masing-masing karakter. Yaa… memang kami dulu berbeda sekolah asal. Namun, keyakinan kami tuk saling mengenali satu sama lain sangat besar, memahami karakter itu mungkin bagi sebagian orang sulit, karena terkadang karakter itu berubah-ubah. Namun, karakterlah yang dapat melahirkan pengertian. Pengertian untuk saling memahami dan saling mengerti. Kebersamaan kami dimulai ketika kegiatan-kegiatan yang berbau OSIS, tapi kadang setelah itu jauh kembali. Kami pun mencoba untuk membenahi itu semua, untuk memperbaiki kesalahan itu agar bisa terus bersama-sama setiap saat.
Sering kali kami habiskan waktu untuk di sekolah menyelesaikan pekerjaan OSIS yang mulai menumpuk. Apalagi waktu tanggal 6 - 8 Mei 2013 kemarin kami baru saja melaksanakan kegiatan PLASMA salah satu acara Ulang Tahun Sekolah tercinta kami SMAN 1 Mandirancan. Ketika itu benar-benar waktu kami habiskan untuk PLASMA, sehingga keakraban kami pun terus terjaga. Hari demi hari kedekatan batin kami semakin terasa hingga mempunyai keinginan membeli pakaian yang sama, benda yang sama, udah kaya orang pacaran saja. Hehe…
Kadang-kadang jika sedang berkumpul tak lepas untuk tetawa, bercanda, dan bercerita. Kedekatan kami pun sangat diperhatikan oleh Pak Pembina OSIS, itulah bapak guru kami yang gaul, yang sama-sama gokil. Tak canggung jika ikut bercanda bersama kami, maklum saja beliau merasa guru muda.
Oiya, kebetulan waktu itu notebook aku rusak, aku ingin menyervisnya ke Cirebon. Tiba-tiba Ami bilang sama aku “Fit, ntar mau ke Cirebon kan sama Pak Wawan benerin notebook? ntarnya anter Ami yukkk...??” Ami meminta kepada dengan suara pelan.
“Emang mau dianter kemana sih?” tanyaku penasaran.
“Hehe… Ami pengen beli Hp baru Fit. Hahaha…” Ami tertawa.
“Ciie Ciie… yang mau beli Hp baru, beda aja yang punya uang mah. Hahaha…” candaan aku kepada Ami.
“Hehe, iya Aminya gak tau tempatnya Fit. Nanti ajak Nok Farida juga yahh?” tak mau ninggalin Nok Farida rupaya.
“Oke… Okee… Siiipppp!!”
Lalu setelah PLASMA selesai, Aku, Ami, Nok, dan Pak Wawan pergi ke Cirebon untuk menyervis notebook aku. Ehh… setelah itu mampir ke Grage Mall untuk beli Hp Ami dan hanya sekedar mampir berphoto box disana, setelah itu pulang.
Sebelumnya kami pun pernah pergi ke Cirebon, waktu itu ada acara Muludan. Biasanya di Cirebon itu banyak yang berjualan, biasa obralana pada murah-murah. Hehe.. kami bertiga pun membeli rok panjang untuk sehari-hari yang warnanya sama, coraknya sama, dan modelnya sama. Kebetulan kami bertiga wanita berkerudung, ciiieee gaya berkerudung. Hehe…
“Ekh,,, beli sesuatu yang samaan yukk…??? Apa gitu… ???” Ajakan Nok Farida.
“Hayu… Hayuu… rok aja tah yang samaan?” saran aku.
“Oh iya, di tempat sebelah sana ada rok ya lumayan bagus, tapi harganya terjangkau. Haha…” (sambil menunjuk kea rah depan) jawab Ami.
Lalu kami bertiga belanja-belanja cari barag samaan, ribetnya minta ampun. Ada yang beda motif aja komplen, jadi harus cari yang benar-benar sama.
Hari demi hari pun kadang selalu dihabiskan bertiga, ya memang ada yang ketinggalan pak Pembina OSIS yang gokil kadang selalu ada ditengah-tengah kita selalu member motivasi dan arahan tentang masa depan serta cita-cita kita bertiga. Ya memang kami akui beliau sangat baik dan sangat semangat untuk mendidik siswa-siswinya. Menurut kami pula, beliau adalah sosok yang aktif dan juga energik. Multitalenta juga kami katakan, karena beliau serba bisa. Wajar saja jika beliau menghabiskan waktu disekolah, untuk mengajar siswa-siswi OSN Komputer dan Astronomi, mengurus siswa-siswi yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN undangan, SBMPTN, dll., melaksanakan tugasnya sebagai Pembina OSIS, banyaklah pokoknya. Belum lagi jika sampai kerumah beliau harus berkumpul bersama keluarganya. Mungkin tidak salah kalau banyak orang yang mengatakan “Sampai tak ingat kepada istri dan anak dirumah. Hehe…” Tapi pengertian dan kesetiaanlah yang memang istri tercintaya itu pegang, karena ia tahu itulah kewajiban suaminya disekolah. Dari sekian banyak kesibukan yang dijalani beliau selalu menyempatkan untuk berkumpul bersama kami bertiga. Aku, Ami, Nok sangatlah bangga mempunyai pembimbing seperti beliau. Ya semoga saja, beliau selalu diberikan kesehatan untuk terus berkarya, berprestasi, dilimpahkan rezeki yang halal, dan dapat terus mendidik siswa-siswinya menjadi yang lebih baik dari padanya.
“OSN seperti hajat saya, kalau saya tidak terjun langsung terasa gimana gitu.” Kata beliau ketika akan menghadapi OSK 3 April lalu di Kuningan.
“Mengapa bapak ingin membimbing siswa OSN, membimbing siswa-siswi yang mau ke perguruan tinggi, dan membimbing siswa-siwi yang akan lomba? Padahal kan guru itu bukan bapak saja, tapi bapak begitu peduli dengan mereka?” tanya kami bertiga kepada beliau.
“Saya pernah mendengar 1 pepatah bahwa, orang yang sukses adalah orang yang dapat mensukseskan orang lain. Tentu dengan mensukseskan orang lain maka kita akan sukses. Oh iya satu lagi, setiap siswa memiliki potensi, yang tanpa terkecuali baik itu di bidang akademik, olahraga, seni dan lain sebagainya. Dan tugas kami sebagai guru adalah menyadarkan, memotivasi dan mengarahkan agar potensi tersebut tereksplor dengan baik.” Penjelasan beliau yang menurut kami cukup bijak.
Itulah yang membuat kami, khususnya aku sendiri kagum kepada beliau. Rasa peduli yang beliau berikan tentu sangat luar biasa dan juga Insya Allah diikuti keikhlasan. Tak banyak orang yang mendahulukan orang lain untuk sukses disamping dirinya masih membutuhkan kesuksesan. Mungkin orang-orang diluar sana tentu akan egois, karena mereka akan mementingkan kesuksesan dirinya sendiri.
Aku tak banyak keinginan, dalam hati sanubariku hanya ada harapan bahwa suatu hari nanti dapat bermanfaat untuk banyak orang. Artinya, berarti kinerja kita itu dibutuhkan dan dipercaya oleh orang lain. Entah itu menjadi dokter, guru, penulis, penjahit, petani atau yang lainnya. Tentunya semua pekerjaan itu sangat mulia, namun kuncinya bagaimana cara kita dapat memuliakan pekerjaan itu?
Ketika kami berempat berkumpul, pasti beliau sealu bertanya. Kamu ingin menjadi apa? Ya tentu cita-cita kami masih berubah-ubah, kadang masih banyak pilihan, kadang masih bingung dan galau. Ya katanya “Nanti saya coba arahkan siswa-siswi kelas XII agar dapat mengerucutkan pilihn mereka, termasuk kamu-kamu.”
Ya, kami bertiga berharap suastu saat nanti kami dapat masuk ke perguruan tinggi negeri melalui jalur undangan dan mendapatkan program pemerintan Bidik Misi agar dapat meringankan beban orang tua kami. Ingin membuat orang tuaku menangis karena bangga melihat anaknya sukses, karena saking bahagianya. Inginkan merubah taraf hidup orang tua kami sehingga menjadi lebih baik lagi, dan mewujudkan cita-cita yang telah diimpikan sekian lamanya.
Kini tugas terbesar kami adalah Belajar! Belajar! Belajar dan Belajar! Jangan pernah lelah untuk terus menuntut ilmu dan mencari pengalaman baru. Karena sampai tua nanti nanti ilmu dan pengalaman akan terus dibutuhkan.
Menjadi seorang guru dan penulis adalah keinginanku, tak banyak yang ingin aku impikan selain ingin mengabdikan apa yang aku miliki kepada orang lain. Ilmu yang sekian tahun aku dapatkan dari bangku sekolah dan lingkungn masyarakat, ingin aku transferkan kembali kepada mereka yang memang membutuhkan ilmu tersebut. Yakinlah Allah akan selalu ada bersama kita, dan Allah selalu melihat gerak-gerik kita. DIA akan memberikan sesuatu yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan!