Apa?
Kau kata buat janji?
Itu janji mereka,
Mereka yang hanya sebuah lakon dalam cerita.
Cerita dimana mereka terlebih dahulu telah merasakan keromantisan Tuhan perihal cinta.
Itu janji mereka,
Mereka yang hanya sebuah lakon dalam cerita.
Cerita dimana mereka terlebih dahulu telah merasakan keromantisan Tuhan perihal cinta.
Kita tidak tahu,
kepada siapa cerita yang sama akan berpihak?
Dan kita tidak tahu,
Kapan cerita yang sama pula akan terjadi di waktu yang berlainan?
kepada siapa cerita yang sama akan berpihak?
Dan kita tidak tahu,
Kapan cerita yang sama pula akan terjadi di waktu yang berlainan?
Bukankah Tuhan telah menggariskan cerita berbeda kepada setiap pribadi?
Cerita yang tak kalah romantis dan menakjubkan.
Lewat prolog dan klimaks yang akan membuat penonton terkagum kepada Pembuat Skenario.
Cerita yang tak kalah romantis dan menakjubkan.
Lewat prolog dan klimaks yang akan membuat penonton terkagum kepada Pembuat Skenario.
Dan kita tak perlu mengunci cerita.
Kita hanya perlu merapihkan dan memperbaiki cerita.
Kita hanya perlu merapihkan dan memperbaiki cerita.
Karena cerita bagaikan gulungan benang yang harus kita atur alurnya supaya tergulung rapi.
Jika kita lengah dalam menggulungnya, benang itu akan semrawut, bahkan terikat disuatu pertengahan.
Nah itu yang dinamakan mengunci cerita.
Kita harus memotong ikatan benang yang terikat, dan memulai cerita yang baru.
Kita harus memotong ikatan benang yang terikat, dan memulai cerita yang baru.
Bukankah mengunci cerita akan menyempitkan mimpi?
Walau mengunci cerita sebenernya hanya ingin menyampaikan komitmen.
.
.
Mencoba mengekspresikan, karena setiap rindu tak pernah sempurna untuk di ekspresikan.
.
.
Butuh tempat yang tepat untuk mulai beranjak.
.
.
27 Ramadhan 1437 H
.
.
Mencoba mengekspresikan, karena setiap rindu tak pernah sempurna untuk di ekspresikan.
.
.
Butuh tempat yang tepat untuk mulai beranjak.
.
.
27 Ramadhan 1437 H

0 komentar:
Posting Komentar