(Sebuah topik yang menginspirasi di waktu sore ini)
Bang Syaiha, sapaan akrab dari seorang penginisiasi Pejuang Pendidikan yang dahulu pernah mengabdi di sekolah pedalaman Kalimantan, menjadi salah satu orang hasil didikan Sekolah Guru Indonesia (SGI) Dompet Dhuafa kini mempunyai keahlian yang sangat menginspirasi. Menulis, setiap orang tentu pasti bisa menulis walau sering dikatakan tidak ada ide untuk menulis namun Bang Syaiha menyingkirkan hal itu dari benaknya. Kekurangan tidak pernah beliau jadikan sebagai beban, namun beliau jadikan sebagai kawan.
Menulislah Setiap Hari dan Tunggulah Kotak-kotak kecil Penuh Keajaiban datang Menghampiri adalah topik yang beliau sampaikan dalam Pembinaan Bakti Nusa - Beastudi Etos. (15/10)
Pembinaan ini dihadiri oleh penerima manfaat Beasiswa Bakti Nusa, Beastudi Etos, dan beberapa Perwakilan BEM.
Pembinaan ini dihadiri oleh penerima manfaat Beasiswa Bakti Nusa, Beastudi Etos, dan beberapa Perwakilan BEM.
Pada pembinaan kali ini Bang Syaiha menjadi pemateri terakhir yang menyampaikan materi mengenai Writing and Journalistic Workshop.
Secara tidak langsung penyampaian materi tentang kepenulisan ini membuat orang-orang yang hadir bergairah untuk menulis, apalagi dalan sesi awal penyampaian materi Bang Syaiha menyajikan vidio tentang perjalanan hidupnya dan segala keterbatasannya yang kini mampu membuatnya melangit.
Secara tidak langsung penyampaian materi tentang kepenulisan ini membuat orang-orang yang hadir bergairah untuk menulis, apalagi dalan sesi awal penyampaian materi Bang Syaiha menyajikan vidio tentang perjalanan hidupnya dan segala keterbatasannya yang kini mampu membuatnya melangit.
Menulis berbicara bagaimana kita mengharumkan nama kita setelah mati, dan menulis berbicara tentang bagaimana kita membuat banyak kepala terinspirasi oleh tulisan kita, menjadikan pembaca terbawa menjadi lebih baik.
“Bang Syaiha menyampaikan materi dengan enjoy, asik, menarik, memotivasi, tidak terpaku oleh slide dan membuat aku yang tadinya tidak suka menulis menjadi ingin menulis, dan hari ini aku mulai mengazamkan diri untuk memulai menulis. Aku yang awalnya cuma suka membaca dan nih sekarang aku mau nulis.” Ujar Nurul Mustika Dewi salah satu penerima manfaat Beastudi Etos Bogor 2014.
Marilah menulis, karena jika kamu menunggu matahari terbenam untuk menulis. Maka kamulah yang menunggu Matahari terbit lagi untuk menunggu orang lain menikmati kebaikanmu.
Selamat menggoreskan kisah untuk menebar kebaikan.
FS

0 komentar:
Posting Komentar